Pemekaran Provinsi Papua Berdasarkan Wilayah Adat

TANGSEL, Spot19 Pulau Papua yang kita kenal, saat ini telah terjadi berkembang atau terjadi pemekaran wilayah menjadi tiga provinsi baru. Provinsi baru ini adalah Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan Tengah. Pembagian provinsi baru ini ditetapkan berdasarkan pembagian wilayah adat yang ada di Papua. Wilayah adat di Papua sendiri sebenarnya ada lima wilayah. Pada awalnya setiap wilayah adat ini mengajukan untuk masing-masing dijadikan provinsi sendiri. Tetapi karena Pemerintah belum mencapai kesanggupan fiskal, maka pemekaran tahap pertama baru mencakup tiga provinsi terlebih dahulu. Mari kita mengenal lima wilayah adat yang ada di Papua.

Baca juga: Berkenalan Dengan Tiga Provinsi Baru di Indonesia

Mamta

Wilayah Sentani, Jayapura foto asso-myron-@unsplash
Wilayah Sentani, Jayapura foto asso-myron-@unsplash

Wilayahnya meliputi Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Mamberamo Raya, dan Kabupaten Sarmi. Daerah ini merupakan wilayah pengembangan sektor industri, perbebunan, juga pariwisata. Mamta memiliki sistem politik tradisional dengan kepemimpinan bernama Ondoafi atau pewarisan kepemimpinan.

Anim Ha

Daerahnya meliputi kawasan Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Asmat, dan Mappi. Suku yang mendiami wilayah ini adalah Marind Anim, lalu juga ada suku Asmat yang terkenal dengan hasil kerajinan ukir kayunya. Kawasan ini merupakan wilayah terluas sekaligus wilayah paling depan dari Indonesia yang berbatasan langsung dengan papua Nugini.

Saereri

Pasar Bosnik Biak foto asso-myron-@unsplash
Pasar Bosnik Biak foto asso-myron-@unsplash

Saeriri sendiri wilayahnya meliputi Kabupaten Biak, Numfor, Supiori, Kepulauan Yapen dan Waropen. Penghuni wilayah ini adalah suku-suku yang hidup di wilayah utara Provinsi Papua di daerah pesisir pantai, seperti Suku Biak Numfor. Daerah ini dikenal sebagai pusat pengembangan industri kelautan, contohnya rumput laut dan juga hasil tangkap ikan.

La Pago

Kota Ilaga Kab Puncak foto deco-kogoya-@unsplash
Kota Ilaga Kab Puncak foto deco-kogoya-@unsplash

Wilayahnya cukup luas meliputi Kabupaten jayawijaya, Pegunungan Bintang, Tolikara, Lanny Jaya, Nduga, Puncak Jaya, Yahukimo, Yalimo, Membramo Tengah, dan Kabupaten Puncak. Suku yang ada di wilayah adat ini adalah Suku Dani, Suku Nayak, Suku Yali, dan Suku Nduga. Komoditas unggulan dari wilayah ini beberapa diantaranya adalah kopi, buah merah, ubi jalar, bawang, gaharu,nanas, karet, jeruk, dan sayuran dari wilayah dataran tinggi. Agenda tahunan yang terkenal di daerah ini adalah Festival Lembah Baliem dan Jayawijaya Peaks.

Mee Pago

Daerah Mimika foto yobel-irnawan-@unsplash
Daerah Mimika foto yobel-irnawan-@unsplash

Wilayah Mee Pago meliputi Kabupaten Dogiyai, Nabire, Deiyai, Intan Jaya, Paniai, dan Mimika. Hampir seluruh masyarakat di wilayah ini berasal dari satu ras suku yang sama, yaitu Suku Mee. Perekonomian di wilayah ini meliputi sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan juga peternakan. Inilah lima wilayah adat yang mendiami Pulau Papua saat ini dan mereka akan segera terbagi menjadi 5 wilayah Provinsi, yaitu Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, Propinsi Papua Pegunungan Tengah dan juga dua Provinsi yang sudah ada sebelumnya, yaitu Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

 

**Editor: Ed Ward

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *