BMKG Memperkenalkan Sistem Peringatan Dini Cuaca Ina-WAS

TANGERANG, Spot19 Sistem Peringatan Dini Cuaca yang dinamakan Indonesia Weather Alert System atau yang disingkat dengan Ina-WAS diperkenalkan oleh BMKG Wilayah II kepada publik hari ini (28/6/2022).

Hartanto, ST, MM selaku Kepala BMKG Wilayah II, menjelaskan, sistem Ina-WAS ini adalah produk yang diciptakan untuk memberi peringatan sesegera mungkin tentang kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi kepada masyarakat luas.

Kepala BMKG Balai II Hartanto saat menjelaskan sistem Ina-WAS
Kepala BMKG Balai II Hartanto, ST, MM saat sosialisasi sistem Ina-WAS

Bencana hidrometeorologi yang dimaksud contohnya cuaca ekstrim dan banjir  pada suatu tempat. Informasi ini nantinya akan disampaikan oleh lembaga yang berwenang.

Sistem Ina-WAS ini nantinya akan dipergunakan sebagai produk peringatan dini cuaca untuk melakukan aksi dini pengurangan resiko bencana hidrometeorologi di wilayah Indonesia.

Pengembangan sistem Ina-WAS ini dilaksanakan bersama dengan para stakeholder BMKG yaitu BPBD, BPS, BBWS, TNI/Polri, Orari, Pemda, PMI dan Media Nasional juga Lokal.

“Produk Ina-WAS ini dibuat menggunakan Basis Data lokasi Peringatan Dini, Sistem Whatsapp Bisnis yang terverifikasi dan terintergrasi dengan data pengamatan real-time”, lanjut Hartanto.

Sistem Ina-WAS yang diperkenalkan BMKG
Sistem Ina-WAS yang diperkenalkan BMKG

Dwi Budi Sutrisno sebagai Sekretaris Utama BMKG dan juga mentor dalam penguatan BMKG, menambahkan “Produk Ina-WAS ini menjadi solusi dalam penguatan peringatan dini cuaca ekstrim yang saat ini sudah dilakukan dengan membangun basis data lokal, optimalisasi media diseminasi yang kredibel dan terintegrasi dengan pengamatan real-time untuk menghasilkan peringatan dini yang terpercaya dan terkirim dengan cepat serta terarah”.

Sistem Ina-WAS ini dibangun sebagai penguatan Meteorology Early Warning System (MEWS), dengan pembebasan biaya bagi pengguna. BMKG akan terus melakukan pengembangan sistem peringatan dini cuaca sebagai langkah mengurangi dampak dan risiko bencana hidrometeorologi di Indonesia melalui Ina-WAS.

 

**Editor: Ed Ward

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *