Ilmu Dasar Naik Gunung Yang Wajib Diketahui

TANGSEL, Spot19 – Mendaki atau naik gunung adalah hobi yang menyenangkan.

Bergumul dengan alam bebas, menghirup udara segar, menikmati pemandangan alam, melatih jiwa dan mengasah rasa, mungkin inilah hal yang dirasakan sobat saat mendaki.

Tetapi buat sobat yang hobi naik gunung dan terhitung masih pemula, alangkah baiknya mempelajari dahulu hal-hal mendasar yang akan memudahkan kita ketika diperjalanan.

Baca juga: Rekomendasi Gunung di Jawa Barat Untuk Pendaki Pemula

Apa saja sih ilmu dasar naik gunung yang wajib diketahui?

Ilmu mendasar bagi para pendaki adalah navigasi darat. Apa itu navigasi darat?

Navigasi darat adalah penentuan posisi dan juga arah perjalanan saat mendaki, baik itu di peta ataupun di medan sebenarnya.

Sebagai orang yang bersahabat dengan alam, alat navigasi darat yang sobat mesti kuasai adalah peta dan kompas.

Baca juga: 5 Rekomendasi Makanan yang Dibawa Saat Naik Gunung

1. Peta

Peta adalah penggambaran sebagian atau seluruh permukaan bumi yang dilihat dari atas. Ada ukuran diperbesar atau diperkecil dengan skala tertentu.

Untuk navigasi darat peta yang umum digunakan adalah peta topografi.

Contoh peta topografi Provinsi Riau / @Flickr
Contoh peta topografi Provinsi Riau / @Flickr

Topografi sendiri dari bahasa Yunani yaitu Topos yang berarti tempat, dan Grafi yang berarti menggambar.

Dari peta topografi ini, minimaal sobat bisa membaca:

  • Legenda peta: memuat simbol-simbol yang digambarkan dalam peta itu sendiri.
  1. Merah: simbol jalan
  2. Biru: simbol air (sungai, danau)
  3. Hitam: simbol bangunan
  4. Hijau: hutan atau belantara
  5. Koordinat peta: koordinat ditentukan dengan menggunakan metode sistem sumbu, yaitu garis-garis yang saling berpotongan tegak lurus. Yang umum digunakan adalah koordinat geografis. Yaitu sumbu yang digunakan adalah garis bujur dan garis lintang yang sejajar dengan khatulistiwa. Koordinat ini disepakati dalam satuan derajat, menit, dan detik. Contoh: 104°, 38’, 30,4” BT dan 05°, 54’, 41,6” LS.

2. Kompas

Kompas adalah alat untuk menunjukkan arah. Efek dari sifat kemagnetannya, jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara dan selatan.

Tapi sobat perlu ingat bahwa arah yang ditunjukkan oleh jarum kompas itu merupakan arah utara magnetis bumi, jadi bukan arah utara sebenarnya.

Kompas harus digunakan dalam posisi horizontal menyesuaikan dengan arah garis medan magnet bumi.

Penggunaan kompas - daniil-silantev @unsplash
Penggunaan kompas – daniil-silantev @unsplash

Ketika menggunakan kompas sobat harus menjauhkannya dari benda-benda yang mengandung logam, misalnya: ikat pinggang, carabiner, pisau lipat, dll.

Kompas terdiri dari:

  1. Body kompas, yaitu tempat dudukan komponen kompas lainnya berada.
  2. Jarum kompas, yang akan selalu menujukkan arah utara dan selatan.
  3. Skala penunjuk, yang akan menunjukkan pembagian derajat sistem mata angin.

Memang tidak mudah ketika dipelajari tetapi pelan-pelan dan banyak latihan tidak ada yang tidak mungkin dikuasai.

Jadi sobat, mulai sekarang kita perbanyak ilmunya dulu sebelum berangkat ke medan sebenarnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.